Jefferson Lerma ditetapkan untuk angkat Bournemouth

Musim panas ini Piala Dunia hadir ke El Cerrito, kotamadya Kolombia yang dengan cara langsung ditranslate menjadi Bukit Kecil, menjadi rekan serta keluarga Jefferson Lerma dicat kota kuning. Masyarakat ditempat, yang dipersenjatai dengan plakat serta vuvuzela, membuat pesta jalanan serta meringkuk untuk melihat gelandang itu menolong negaranya ke set 16 besar, dimana mereka hadir tiada henti dengan beradu penalti menantang Inggris.

Baca Juga : Mengesankan Hertha Berlin akhirnya mulai menangkap imajinasi

Kolombia keluar tapi Lerma bermain di semasing dari empat laga mereka di Rusia serta kembali pada rumah untuk menyongsong pahlawan; ia dikerumuni tanda-tangan, diterima oleh banner besar yang bertuliskan orgullo del cerro, kebanggaan bukit, serta malam itu ia dikasihkan penjaga kehormatan yang sangat fantastis serta surealis. Beberapa orang berbaris di jalan saat Lerma diarak di kota, melambai-lambai dari atap satu mobil pemadam kebakaran, sirenenya ditenggelamkan oleh pengendara sepeda motor bersama-sama yang tidak biasa dengan cemas mengepak bendera Kolombia kebesaran. Itu dapat dibuktikan beberapa mudik.

Baca Juga : Mengganti Mourinho bukan jaminan untuk memecahkan masalah Manchester United

Satu bulan lalu Lerma – tidak diterima menjadi bocah lelaki oleh Deportivo Pasto, Once Caldas serta Bogotá FC, satu team di ibu kota yang berjarak 150 mil – sudah di tandatangani kontrak lima tahun dengan Bournemouth sesudah persetujuan club dengan rekor £ 25 juta di setujui dengan Levante. Itu ialah cost yang mengerdilkan € 600.000 Levante membayar club pertamanya, Atlético Huila, dimana Lerma lakukan kiprahnya berumur 18, sesudah mantra utang yang sukses di Spanyol. Sebelum ke arah ke Dorset ia keluarkan rekanan team internasionalnya, Davinson Sánchez serta José Izquierdo, kedua-duanya memberi rujukan cemerlang mengenai Liga Premier yang mereka ikuti tahun kemarin. Yerry Mina serta Carlos Sánchez datang di hari batas waktu pada bulan Agustus, semasing di Everton serta West Ham, untuk lengkapi kontingen Kolombia di papan atas.

Baca Juga : Pesepakbola wanita Skotlandia membantu meringankan 20 tahun rasa sakit

“Senang mempunyai beberapa rekanan senegaranya di liga di sini,” Lerma, yang membuat kiprahnya di Kolombia pada 2017, menjelaskan lewat seseorang penerjemah. “Piala Dunia ialah suatu yang begitu spesial, itu ialah hadiah saya sesudah usaha keras yang sudah saya kerjakan lama. Jadi saya nikmati tiap-tiap menit dari peluang itu. Kami coba yang terunggul. Sayangnya, Piala Dunia kami selesai lebih awal dari yang kami kehendaki, sebab kami mengharap untuk mengambil langkah lebih jauh di kompetisi. Tetapi itu tempat kami serta saya bersukur pada Tuhan karena itu. ”

Permalukan Jerman, Timnas Belanda Ukir Sejarah Baru

Tim nasional Belanda menang 3-0 atas tim nasional Jerman dalam pertandingan kelanjutan Liga A Group 1 UEFA Nations League 2018, di Johan Cruijff Ajang, Minggu (14/10/2018) pagi hari WIB. Kemenangan mutlak ini membuat Oranje menuliskan riwayat baru.

Baca Juga : Fabregas Bisa Jadi Ancaman Bagi Jorginho

Team bimbingan Ronald Koeman buka pesta gol lewat tandukan Virgil van Dijk di menit ke-30. Pada set ke-2, tuan-rumah cetak dua gol penambahan lewat Memphis Depay (87′) serta Georginio Wijnaldum (90′).Berdasar pada data Squawka, kemenangan dengan margin tiga gol ini adalah yang pertama buat tim nasional Belanda selama 23 bentrok menantang Jerman.

Baca Juga : 2018 Ganti Peran, Sturridge Enjoy Saja

Catatan itu makin indah sebab kemenangan kali kesempatan ini adalah yang pertama sesudah 16 tahun.Belanda akhir kali menaklukkan Jerman dalam pertandingan eksperimen tahun 2002. Waktu itu, team yag diarsiteki Dick Advocaat menaklukkan Die Mannschaft dengan score 3-1.

Baca Juga : Lawan Napoli, Liverpool Diminta Rapatkan Barisan

Kemenangan bersejarah ini membuat tim nasional Belanda ada di tempat ke-2 Group 1 dengan tiga angka atau terpaut satu point dari Prancis yang ada di puncak klassemen. Sesaat Jerman makin terjatuh di tempat juru kunci dengan mengoleksi satu point.